31.12.05

be different?

Ketika semua orang berpikiran sama: harus berbeda, (harus unik - destinctive, harus standout, dst), akhirnya jadi menjemukan. tampak sama.
Ketika dalam suatu komunitas, semua orang "dare to be different", semua orang gak mau menyamain dan disamain orang lain, akhirnya semua akan tampak sama. Bisa saja mereka dikelompokkan dalam Komunitas Orang Unik, jadinya gak unik. Bahkan mungkin komunitas itu yang jadi lebih unik. Kalau sudah seperti itu, yang membuat berbeda adalah faktor-faktor yang dengan sengaja kita buat unik. Behaviour, attitude, emotion, emphaty misalnya.
Kadang desain grafis, iklan ya seperti itu.

--
just make yourself comfort with your own.

30.12.05

...happy nu yeah!

Manusia menciptakan satuan waktu yang mereka sebut detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, sebagai penanda setiap peristiwa yang telah, sedang dan akan dilaluinya. Tahun baru, hanyalah sebuah momentum untuk mengingatkan sudah sejauh apa kita melangkah, dimana kita sekarang dan kemana kita akan menuju. Bukan hal yang harus dibesar-besarkan. Karena untuk perubahan, untuk hidup lebih baik, kita masih punya bulan, hari, jam, detik, dimana tiap pergantiannya adalah kesempatan perubahan, untuk membuat semuanya jadi lebih baik.
selamat tahun baru 2006.

29.12.05

lagi tentang logo

*Jadi pengen nglanjutin soal logo.

Pernah suatu saat saya terlibat dalam proses pembuatan logo Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Diawali dengan sebuah pitching, yang akhirnya dimenangkan meski persiapannya pas-pasan. Masih inget banget saat itu bikin presentasi dengan powerpoint yang disimpen di CD, maklum waktu itu belum punya laptop (padahal lawan pitchingnya udah pawa iBook). Agak sial, CD powerpointnya gak bisa dibuka. Untung, iseng waktu sebelum berangkat bikin salinan presentasi di mika transparan untuk OHP(jadi inget waktu kuliah). Jadilah presentasinya OHP vs iBook. Untunglah menang. (Pak Win memang hebat).

Banyak hal yang dihadapi dalam proses panjang pembuatan logo tersebut. Di mulai dari gathering data: Wawancara para pendiri Yayasan yang sudah susah dicari, cari referensi dari berbagai sumber, dari buku, paper dan tentu saja dari internet, mendalami institusi dari pengenalan organisasi, sampai dengan culture yang ada disana.
Pengolahan data tersebut pun tidak kalah beratnya. Melibatkan seluruh tim Departemen Kreatif (waktu itu sekitar ada 7 orang), dengan brainstorming yang intensif. Draft logo di kaji secara internal dengan sampling ke beberapa responden, sebelum disusun dalam sebuah presentasi ke Klien. Dan begitulah, presentasi dilakukan secara berkala di depan Tim,(waktu itu dibentuk sebuah tim dari pihak Klien yang terdiri dari 5 orang yang dianggap mewakili bidang keahliannya masing-masing). Proses ini kadang diikuti dengan konsultasi ke pihak yang lebih 'berwenang', dalam hal ini Yayasan.

Proses pembuatan slogan pun tak kalah seru. Untuk mendapatkan slogan "serviens in lumine veritatis", lumayan panjang prosesnya. Harus mewawancarai beberapa "Romo" sampai dosen Filsafat. Dengan melaui beberapa presentasi, revisi dan konsultasi, barulah disepakati slogan tersebut.

Dengan berbagai proses tersebut, akhirnya bisa juga diselesaikan proses pembuatan logo tersebut. Dari awal sampai dengan selesai, memakan waktu lebih dari 2 tahun. Melelahkan memang.

Hasilnya? ya begitulah. Puas? Tentu tidak. Tapi setidaknya itulah hasil terbaik, dengan segala kondisi dan proses yang ada saat itu. Dan setidaknya saya telah melalui proses yang saya anggap benar.

Dari kasus tersebut, saya bisa memahami sebuah logo bisa saja secara visual terlihat sederhana, namun dibalik itu terkadang ada proses panjang dan melelahkan.
Mungkin seperti itu juga yang terjadi pada logo Pertamina. Entah kalau tidak.

sekali lagi logo pertamina

Logo pertamina yang kabarnya tiga setengah miliar rupiah(dan akan lebih banyak lagi untuk sosialisasi dan aplikasi) sedang banyak dibicarakan di banyak milis dan forum. ada yang mempersoalkan 3,5 M, ada pula yang menyoal desainnya.
Dari segi nilai nominal, kayaknya masih cukup masuk akal. perusahaan publik sebesar pertamina sangat setrategis, menguasai hajat hidup orang banyak. logo tersebut dibebani tujuan merepresentasikan perusahaan secara keseluruhan. sudah seharusnya pertamina secara brand bisa lebih besar daripada petronas malaysia, atau petrobras brasil. tidak mudah memang.
Jadi 3,5M itu bisa jadi karena begitu sulitnya brand yang akan diangkat, hingga landorpun perlu segitu. atau bisa juga landor aja yang memang pinter jualan.
Dari sisi desain, pribadi harus saya katakan: seharusnya lebih baik dari itu, terutama dalam hal typhographynya. Meski paham bener prosesnya gak segampang itu. Tapi coba deh tengok di situs Landor, bagian portfolio, dengan membaca studi kasus tiap tiap kerjaan. Kayaknya itu lebih bagus.
Logo memang gampang-gampang susah. Bisa 5 menit jadi, bisa bertahun-tahun. Ada yang sukarela alias gratis, adapula yang miliaran rupiah.

Ekstrimnya bandingkan dengan ilustrasi berikut:
Seorang klien yang dateng ke tukang bikin logo, minta dibikinin logo perusahaannya.

"Mas, perusahaan saya ini udah PT lho mas (*mode bangga)"
"Bidang usahanya apa Pak?"
"Wah kita apa-apa bisa mas.. ya namanya perdagangan umum"
"(dalam hati: ooo.. perusahaan "apa lu mau gua bisa"...)"
"Terus logonya nanti ... menurut hoki keluarga saya,... (terlau panjang kalo ditulis..). Intinya harus ini.harus itu.
"Trus filosofinya pak?"
"Wah yang pentingya itu tadi. harus....(***sekali lagi dipotong, kelamaan)
"Trus nanti aplikasinya pak?"
"Lha saya khan harus bikin surat penawaran, saya juga butuh nota, kwitansi... sama satu lagi kartunama. desainnya yang bagus lho... kalo jelek khan malu saya.."
"Terus Pak..."
(seterusnya pasti lebih menjemukan, lebih baik sampai segini saja.)

untuk kasus seperti ini, berhasil menjual logo 1 juta rupiah aja udah bagus. itupun pasti udah hasil tawar menawar ala ibu-ibu. Belum lagi kalau kliennya bilang, "Kok mahal sih Mas, khan logonya bikinnya gampang, anak saya yang masih SD juga bisa. Lagian itu khan idenya dari saya, warna, bentuk juga dari saya ..."
@%*?!$@*%&)???@$
Nah.

Hebat juga tuh, dasar landor. Jualan logo khan gak mudah. Kemaren bisa jual logo 15-juta aja rasanya udah hebat. Tapi saya tidak sedang mengatakan landor lebih baik. ;)
btw. disitusnya landor kok gak ada beritanya ya?

24.12.05

tentang saat yang tepat

adalah tidak mudah mencari waktu yang tepat untuk memulai sesuatu.
demikian juga waktu yang tepat untuk berhenti. melakukannya sekarang memperkecil kemungkinan kita melewatkan saat yang tepat itu.
just do something. be something.

17.12.05

untuk kehidupan yang lebih baik

banyak hal besar yang berawal dari hal-hal kecil.
simple thing. big impact.

nice weekend. hopefully.

15.12.05

redirection

metamorfosa.

-----------------------------------------------------
previous post at //ecodezign.blogspot.com moved to //eco***.blogspot.com under the same title: ...love, jazz and other obsession.
simply search it if you want. :) thx.

regards
ecodezign@yahoo.com.sg

*introduction mode

ecovision.begin.

ketika satu pintu terkuak, tampak segalanya lebih jelas.
ketika memasukinya, akan semakin terbentang.
menelusuri setiap jejaknya adalah petualangan.
dan dari sini sebuah visi dimulai.

menjadikan hidup ini lebih baik.